Pendidikan Anak Usia Dini Melalui 5K

pendidikan-anak-usia-dini

jual perosotan anak murah – 5K adalah salah satu aspek penting dalam pendidikan anak. Pada usia PAUD anak-anak didik mentalnya. Fase ini memang dianggap sebagai fase penting dalam pendidikan awal seseorang. Bagi pendidik PAUD menanamkan sikap pada peserta didik ada aturannya. Karena itu dibuat sebuah kurikulum bakunya. Termasuk bagaimana memberikan pelajaran tentang itu, meneladani, dan membiasakan dalam aktivitas sehari-hari adalah tugas dari guru.

5K adalah konsep pendidikan yang berfungsi untuk menanamkan karakter dan nilai pada anak-anak. Namanya karakter perlu pembiasaan. Dan 5K ini dibuat untuk membentuk karakter anak-anak. Bahkan konsep ini diberlakukan secara permanen karena menjadi tujuan utama pendidikan anak usia dini. Tidak main-main Standar Operasional Prosedur (SOP) dibuat untuk pelaksanaan kegiatan harian.

  1. Konsensus. Konsensus terjadi antara orang tua dan guru yang bertujuan untuk membentuk karakter anak. Di sini mereka menentukan bagaimana karakter yang akan ditanamkan ke anak dan juga cara/teknis nya. Artinya ketika anak-anak ada di sekolah maka tugas guru adalah mendidik mereka dengan kurikulum yang sudah ditetapkan. Sedangkan bagi orang tua juga memainkan peranan yang sedikit banyak sama.
  2. Komitmen. Setelah menentukan teknis bagaimana karakter bisa ditanamkan ke diri anak-anak, orang tua dan guru harus bersama-sama berkomitmen untuk menaati aturan yang ada. Mereka harus bersama-sama tanggung jawab.
  3. Konsisten. Diharapkan orang tua dan guru sama-sama mendidik anak-anak dengan prioritas pendidikan karakter. Di sini biasanya terjadi ketimpangan. Orang tua banyak yang tidak mempraktikkan itu. Padahal anak-anak banyak menghabiskan waktu di rumah dari pada di dalam kelas. Sedianya kedua pihak menaati secara konsisten pendidikan karakter.
  4. Kontinu. Kontinu di sini dalam arti baik orang tua maupun guru mampu secara terus menerus memberikan pendidikan karakter. Orang tua dituntut agar berperilaku yang mendukung karakter anak.
  5. Konsekuensi. Dalam pendidikan pasti ada tantangannya. Misalnya saja anak-anak tidak mematuhi dalam proses belajar? Apa yang harus dilakukan oleh guru dan orang tua? Tentu memberikan hukuman. Namun hukuman ini tidak bersifat fisik. Contoh hukumannya adalah tidak memberikan mainan kesukaannya. Hukuman ini penting karena tidak akan menciderai mental anak-anak.

Jika kita bahas lebih lanjut sebenarnya pendidikan karakter bagi anak-anak menuntut seluruh elemen baik keluarga maupun pendidiknya. Orang-orang terdekat anak-anak harus menjadi panutan atau contoh. Mereka harus lebih dulu memperagakan bagaimana cara bertindak yang baik. Praktik berbicara, duduk, tata cara makan, bergaul semua harus dicontohkan kepada anak.

Hal ini memang agak sulit. Sebab bagi pendidik, utamanya, membiasakan diri dengan anak-anak. Kita harus tahu bahwa tidak semua tenaga pendidik di PAUD juga siap 100% dengan tugas-tugas mereka. Kesalahan-kesalahan atau kekeliruan-kekeliruan pasti terjadi meskipun sudah ada SOP yang dibuat. Apalagi jika PAUD itu terbilang baru dengan tenaga pendidik yang baru direkrut.

Tetapi mereka perlu kita berikan kesempatan untuk bisa menyesuaikan diri dengan tugas mereka.

***

Terima kasih kepada pengelola jual perosotan anak murah yang telah menyumbangkan artikel bermanfaat pada kami. Semoga terus berkarya dan memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia.

You Might Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *