Pelecehan Seksual

Masalah ini bukanlah masalah baru, tapi hingga kini pelecahan seksual masih menjadi momok menakkutkan bagi kaum hawa. Kurangnnya pendidikan seksual dan moral masyarakat masih menjadi kendala, ditambah lagi dengan adanya media sosial kasusnya semakin bertambah banyak.

Bagi pemerintah baru, ini merupakan pekerjaan rumah besar yang harus segara diselesaikan. Setidaknya rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasa Seksual harus segera diselesaikan. Peranan orangtua pun tak kalah penting dalam pengawasan anak, baik yang berpotensi menjadi korban maupun pelaku.

Menurut pengamatan saya pendidikan seksual ditingkatan sekolah masih sangat kurang atau bahkan sering dianggap tabu mebicarakan seks kepada anak dibawah umur. Padahal pendidikan seksual yang baik akan mengurangi adanya potensi pelecehan seksual, karena anak remaja terutama dibekali pengetahuan bahwa hal-hal  itu tidak boleh dilakukan.

Kekerasan dalam Rumah Tangga

Anak sering kali menjadi korban pelampiasan emosi orangtuanya. Kurangnya pengetahuan orangtua bahwa hukuman fisik bisa berakibat fatal pada psikologis anak menjadi salah satu faktor pemicu maraknya tindak kekerasan anak.

Sulitnya deteksi dini pada kekerasan anak dalam rumah tangga menjadikan maslah ini sulit diatasi. Anak korban kekerasan biasanya tidak tahu harus berbuat apa dan harus mengadu kemana, karna pelakunya adalah orangtua mereka sendiri, akhirnya si anak hanya akan memendam sendiri dan menciptakan trauma berkepanjangan.

Peranan pemerintah terutama ketua rukun tetangga yang paling dekat sangat penting untuk memutus mata rantai masalah ini, serta pendidikan kepada orangtua agar tidak melakukan kekerasan dalam mendidik anak.

Itulan beberapa masalah yang harus menjadi perhatian penting pemerintah baru untuk pada remaja dan milenial. Jangan biarkan Negara kita hancur karna kurangnya perhatian pada masalah-masalah yang sering dianggap sepele tapi berdampak sangat besar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *