5 Langkah Dalam Melakukan Toilet Training

Setiap balita berbeda-beda, maka tidak ada umur yang dinamakan “tepat” guna mulai berlatih memakai toilet. Sebagai di antara tahap tumbuh kembang balita, toilet training baru mungkin dilaksanakan saat balita Anda dapat mengontrol otot yang bertanggung jawab menyangga hasrat guna buang air. Otot-otot ini telah berkembang dengan baik di umur antara 18 dan 36 bulan, sampai-sampai pada lazimnya Anda disarankan untuk memulai pelajaran menggunakan toilet sesudah anak kita berusia minimal dua tahun.

  1. Pilihlah Waktu yang Tepat

Menyediakan pispot bayi di lokasi yang tampak dan mudah dicapai di kamar mandi selama sejumlah bulan sebelum mengawali pelatihan, dapat menyerahkan kesempatan untuk si kecil untuk membudayakan diri duduk di atasnya dan bahkan menggunakannya sesekali. Selain keterampilan balita guna mengontrol otot-otot yang dibutuhkan, tanda-tanda beda yang mungkin mengindikasikan bahwa ia siap guna mulai berlatih, antara lain:

  • Ia dapat duduk di atas pispot dan bangun dengan mudah
  • Ia dapat memberitahu Anda ketika ia merasa hendak buang air

Terburu-buru mengajar anak Anda memakai toilet melulu akan menghambat tumbuh kembang balita dan mengakibatkan proses belajar memakai toiletnya semakin lama. Berbagai studi mengindikasikan bahwa tidak sedikit anak yang mulai berlatih memakai toilet sebelum umur 18 bulan, tidak benar-benar sukses menguasainya hingga setelah memasuki usia empat tahun. Sedangkan, mereka yang mulai berlatih di dekat usia dua tahun sukses menguasainya sebelum menginjak usia tiga tahun.

  1. Cara Memulai

Untuk mulai berlatih memakai toilet, manfaatkan pispot atau alas duduk ekstra pada toilet. Beberapa balita suka memakai pispot mereka sendiri, sementara yang lainnya lebih suka memakai toilet “untuk orang dewasa” dengan alas duduk tambahan.

Ketika kita merasa bahwa balita Anda telah siap, jelaskanlah kepadanya bahwa tanpa popok, ia bakal perlu memakai toilet. Mengingat mayoritas popok sekali gunakan didesain supaya bayi tidak merasa basah, memilih popok eksklusif untuk pelajaran dengan “wetness liners” yang menciptakan balita merasa tidak banyak basah barangkali akan membantu. Akan tetapi, pastikan untuk meneliti tanda-tanda timbulnya ruam popok.

  1. Beralih dari Popok ke Celana Dalam

Berikut ini sejumlah tanda yang mengindikasikan bahwa balita Anda barangkali sudah siap guna mencoba menggunakan celana dalam:

 

  • Ia mulai mencoba mencungkil celana dan popok tanpa pertolongan Anda
  • Ia tahu saat hendak buang air (bahkan saat masih mengenakan popok) dan memberitahu Anda
  • Ia meneliti Anda atau anggota family yang lain memakai toilet
  • Ia duduk di atas pispot/toilet dan mengupayakan menggunakannya, contohnya sebelum masa-masa mandi di senja hari

Setelah ibu menyaksikan sejumlah tanda bahwa si kecil tahu apa yang mesti dilakukannya ketika tidak lagi mengenakan popok, Anda bisa mencoba tahapan selanjutnya dengan memakaikannya celana dalam. Anda dapat menjadikan momen tumbuh kembang ini jadi istimewa dengan menyatakan bahwa si kecil kini akan menggunakan celana dalam guna “anak yang telah besar.” Ajak pun ia untuk menolong Anda memilih sendiri sejumlah celana dalam untuknya.

  1. Membuatnya Menjadi Rutinitas

Ibu bakal perlu mengingatkan balita kita secara rutin guna pergi ke kamar kecil. Jangan dudukkan dia di atas pispot/toilet, kecuali ia menuliskan iya; ini bakal membantunya belajar memahami teknik menggunakan toilet sendiri. Pujilah usaha dan keberhasilannya, dan andai ia mengompol, ingatkanlah dengan lembut tentang tujuan pergi ke kamar kecil ialah untuk menghindari situasi tersebut. Bantu ia mengubah celana dan tidak boleh memarahinya. Reaksi negatif dapat menciptakan si kecil merajuk dan tak mau untuk mengupayakan lagi, dan dapat merangsang terhambatnya tumbuh kembang balita Anda.

  1. Latihan Menggunakan Toilet Saat Bepergian

Berlatih memakai toilet ketika sedang bepergian ialah sebuah tantangan, namun bukan urusan yang mustahil. Mintalah balita Anda guna ke kamar kecil sebelum meninggalkan rumah, dan pastikan untuk menggali tahu tempat kamar kecil segera sesudah Anda mendarat di lokasi tujuan Anda. Cobalah guna tetap menjaga kelaziman bersih bahkan ketika sedang bepergian dengan membawa pembersih yang lembut. Bagi perjalanan yang paling panjang dan tidak tersedianya kamar kecil, Anda barangkali perlu memakai popok guna menghindari kejadian yang tidak diharapkan.

Terakhir, ingatlah bahwa tiap balita tumbuh dan berkembang dengan kecepatan yang berbeda-beda. Kesabaran ialah kuncinya. Jika kita tidak terburu-buru menginjak tahap ini, dan memulai pelajaran menggunakan toilet cocok tumbuh kembang si kecil, Anda pun mengajarkan kepadanya bahwa belajar kemahiran yang baru ialah hal yang mengasyikkan dan memuaskan, dan itu ialah pelajaran hidup yang berharga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *